Malam Biru di Berlin 
Bersampul kain batik coklat (hardcover), buku ini mencoba memperkenalkan khasanah puisi berbahasa Jerman kepada masyrakat Indonesia. Tujuan sederhana itu ditegaskan dengan rentang waktu perpuisian yang dicakup. Karya delapan puluh tujuh penyair yang berkarya mulai dari abad ke-12 hingga abad ke-20. Puisi pertama dalam buku ini adalah puisi Walther von der Vogelweide (1170-1230) yang berjudul "Andaikan Aku Masih Dapat Mengalami" (Mueste Ich Noch Geleben) dan diakhiri dengan puisi Peter Handke
Buku Pinjam dari Mas Nanto, tapi akhirnya ku copy, karena tersepona ma puisi-puisi dalam 2 bahasa nih. Berasa belajar bahasa Jerman. Yang jelas puisi-puisinya bagus, puisi sastrawan-sastrawan Jerman. Bahkan ada yang menceritakan mengenai daerah-daerah di Indonesia. Kutipannya menyusul yah.

Berthold Damshauser
Hardcover | Pages: 285 pages Rating: 3.77 | 13 Users | 2 Reviews

Define Books In Pursuance Of Malam Biru di Berlin
| Original Title: | Malam Biru di Berlin |
| Edition Language: | German |
Narration As Books Malam Biru di Berlin
Antologi puisi Jerman yang diterbitkan dalam rangka 40 tahun Republik Federal Jerman. Buku dengan kertas lux ini menyandingkan puisi berbahasa Jerman dan puisi terjemahan yang berbahasa Indonesia dalam tiap muka dua halaman. Antologi ini memuat puisi Jerman secara luas sejak abad keduabelas hingga abad keduapuluh yang diciptakan oleh delapan puluh tujuh penyair. Kedua Editor dan Penerjemah, Berthold Damshauser dan Ramadhan K.H., memilih untuk memasukan kesemua itu, penyair yang berpuisi dengan medium bahasa Jerman yang mencakup penyair berkewarganegaraan Austria dan Swiss. Oleh karenanya, antologi ini memuat bermacam aliran yang pernah berkembang dalam khasanah kepenyairan Jerman.Identify Regarding Books Malam Biru di Berlin
| Title | : | Malam Biru di Berlin |
| Author | : | Berthold Damshauser |
| Book Format | : | Hardcover |
| Book Edition | : | Deluxe Edition |
| Pages | : | Pages: 285 pages |
| Published | : | 1989 by Kedutaan Besar Republik Federal Jerman di Jakarta |
| Categories | : | Poetry |
Rating Regarding Books Malam Biru di Berlin
Ratings: 3.77 From 13 Users | 2 ReviewsCrit Regarding Books Malam Biru di Berlin
Bersampul kain batik coklat (hardcover), buku ini mencoba memperkenalkan khasanah puisi berbahasa Jerman kepada masyrakat Indonesia. Tujuan sederhana itu ditegaskan dengan rentang waktu perpuisian yang dicakup. Karya delapan puluh tujuh penyair yang berkarya mulai dari abad ke-12 hingga abad ke-20. Puisi pertama dalam buku ini adalah puisi Walther von der Vogelweide (1170-1230) yang berjudul "Andaikan Aku Masih Dapat Mengalami" (Mueste Ich Noch Geleben) dan diakhiri dengan puisi Peter HandkeBersampul kain batik coklat (hardcover), buku ini mencoba memperkenalkan khasanah puisi berbahasa Jerman kepada masyrakat Indonesia. Tujuan sederhana itu ditegaskan dengan rentang waktu perpuisian yang dicakup. Karya delapan puluh tujuh penyair yang berkarya mulai dari abad ke-12 hingga abad ke-20. Puisi pertama dalam buku ini adalah puisi Walther von der Vogelweide (1170-1230) yang berjudul "Andaikan Aku Masih Dapat Mengalami" (Mueste Ich Noch Geleben) dan diakhiri dengan puisi Peter Handke
Buku Pinjam dari Mas Nanto, tapi akhirnya ku copy, karena tersepona ma puisi-puisi dalam 2 bahasa nih. Berasa belajar bahasa Jerman. Yang jelas puisi-puisinya bagus, puisi sastrawan-sastrawan Jerman. Bahkan ada yang menceritakan mengenai daerah-daerah di Indonesia. Kutipannya menyusul yah.



0 Comments